Beijing - Lebih dari 9,4 juta siswa di China menjalani ujian masuk perguruan tinggi yang
diadakan setiap tahun dan dikenal dengan nama gaokao.
Dikutip dari The Washington Post,
Jumat (10/6/2016), tes tersebut dianggap sangat menentukan nasib mereka ke
depannya, karena perguruan tinggi hanya melihat berdasarkan
nilai ujian.
Mereka meyakini bahwa hanya siswa bernilai tinggi
saja yang dapat menerima pendidikan dan pekerjaan lebih baik. Sementara mereka
yang bernilai rendah dinilai akan memiliki masa depan suram, dan diperparah dengan
rasa malu.
Karena taruhannya begitu tinggi, kemungkinan
terjadinya perilaku curang selama ujian menjadi keprihatinan besar. Tahun ini,
pemerintah China tak memberi ampun bagi mereka yang berperilakucurang.
Kantor berita China, Xinhua melaporkan
bahwa kecurangan dianggap sebagai tindak kriminal dan pelakunya akan menerima
hukuman penjara selama 7 tahun.
Undang-undang baru itu disebut-sebut mulai berlaku
pada November 2015 lalu. Hukuman paling berat akan diperuntukan bagi mereka
yang ketahuan terlibat melakukan kecurangan massal atau menyewa orang lain
untuk menggantikannya selama ujian.



0 komentar:
Posting Komentar