Gara-gara
saran dari Profesor pendidikan di Harvard, Howard Gardner, seorang
sarjana Amerika, William Doyle menyekolahkan anaknya yang berumur tujuh
tahun di Sekolah dasar Joensuu, Finlandia. Dia akhirnya menyadari, pendidikan
yang efektif itu ternyata menyenangkan.
Doyle yang merupakan dosen di Universitas Eastern
Finland, itu mengatakan pengalamannya menjadi dosen di Finlandia sangat
mengesankan. Di sana, sistem sekolahnya sangat santai namun anak-anaknya bisa
mencapai nilai tertinggi di dunia Barat.
“Di Finlandia,
anak-anak tidak menerima pelatihan akademis formal hingga usia tujuh tahun.
Sampai saat itu, banyak anak-anak belajar melalui lagu, bermain, dan melakukan
percakapan,” ujarnya, seperti dilansir dari Smh.
Doyle juga mengatakan, sebagian besar anak-anak
berjalan atau bersepeda ke sekolah, dari yang usianya masih kecil hingga besar.
Jam sekolah di Finlandia pun pendek dan PR yang diberikan umumnya
ringan. Lebih mengagumkannya lagi, di sana para siswa memiliki waktu wajib
15 menit untuk beristirahat dan bermain di luar ruangan dalam setiap jam,
setiap hari.
Udara segar, suasana alam, dan aktivitas fisik yang
teratur inilah yang dianggap pemerintah setempat sebagai bagian dari
pembelajaran.
“Suatu malam, saya menanyai apa yang anak saya lakukan
hari itu. Ia mengatakan, guru-guru di sekolahnya mengirim mereka ke hutan
dengan peta dan kompas. Mereka meminta siswa-siswanya untuk menemukan
jalan keluar. Itu saja,” katanya.
Bangsa Finlandia memang bukan tipe orang yang
membuang-buang waktu atau uang. Tapi dengan begitu, anak-anak bisa belajar
melalui pengamatan langsung, atau kuis dengan cara menyenangkan.
"Di kelas, anak-anak boleh bermain, tertawa dan
melamun sepanjang hari."
Menurut Doyle, Finlandia memiliki "mantra"
budaya yang berisi "biarkan anak-anak menjadi anak-anak, pekerjaan
anak-anak adalah bermain, dan anak-anak belajar dengan sangat baik melalui
permainan."
“Bahkan salah satu siswa Cina yang belajar di
Finlandia, mengatakan kepada saya bahwa di sekolah-sekolah Cina, membuatnya
merasa seperti berada di militer. Tapi di negara ini, membuat ia merasa menjadi
bagian dari sebuah keluarga yang sangat baik,” katanya.
Di Finlandia, guru adalah profesional yang dikagumi
selain dokter. Mungkin karena latar belakang pendidikan dokter harus bergelar
master atau pakar pendidikan serta penelitian.
Dalam pendidikannya, negara Finlandia melakukan:
1. Negara tersebut memberikan skala publik nasional
yang berkualitas, sangat dihormati, serta sangat profesional untuk
guru-gurunya.
2. Ukuran kelas yang dapat dikelola.
3. Kurikulum yang kaya dan dapat dikembangkan.
4. Aktifitas fisik yang rutin.
5. Ujian ringan yang sudah terstandarisasi agar tidak terjadi stres dan membuang-buang waktu.
6. Penilaian setiap hari oleh guru.
7. Atmosfer kelas yang aman, kolaborasi, dan hangat.
8. Menghormati dan menghargai setiap anak secara individual.
2. Ukuran kelas yang dapat dikelola.
3. Kurikulum yang kaya dan dapat dikembangkan.
4. Aktifitas fisik yang rutin.
5. Ujian ringan yang sudah terstandarisasi agar tidak terjadi stres dan membuang-buang waktu.
6. Penilaian setiap hari oleh guru.
7. Atmosfer kelas yang aman, kolaborasi, dan hangat.
8. Menghormati dan menghargai setiap anak secara individual.



0 komentar:
Posting Komentar