Indonesia
memiliki program yang sesuai dengan United Nations Educational, Scientific and
Cultural Organization (UNESCO). Program itu adalah Sustanaible
Development Goals (SDG) yang merupakan rancangan pendidikan yang terdiri dari
15 pencapaian selama 15 tahun.
Salah satu program SDG ini adalah wajib berajar 12
tahun.
"Untuk tamat SMA di Indonesia butuh waktu sampai
tahun 2084, SDG ini jadi komitmen bersama bagaimana cara yang bisa mempercepat
sampai 2030," ungkap Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud
Ananto Kusuma Seta di Kantor Kemendikbud Jakarta, Selasa (6/9/2016).
Menurut Ananto sulit mencapai target itu karena
terbentur dana pendidikan. Bukan hanya Indonesia, Ananto menyebut cukup banyak
negara yang minim untuk mengalokasikan dana pendidikan.
"Kedua urusan perang, anak-anak pengungsian
menjadi pekerjaan rumah tersendiri. 58 juta anak terlantar tidak dapat
pendidikan, 200 juta anak tidak dapat pendidikan. Ini persoalan yang luar biasa
dihadapi global," paparnya.
Laporan dari UNESCO ini, kata Ananto, menjadi
refleksi bagi masing-masing negara untuk memperbaiki dirinya. Tak hanya itu,
laporan ini juga akan dijadikan sebagai referensi pendidikan.
"Kedua, report ini akan dijadikan sebagai
reference in line dengan national policy (kebijakan nasional) di negara-negara.
Diketok palu 2015 ini report pertama. Jadi in line antar national policy
(kebijakan nasional) dan global policy (kebijakan global) harus menyatu,"
ujar Ananto.
Lebih jauh, ia menjabarkan kalau masalah pendidikan
ini bukan hanya urusan satu negara, tapi juga seluruh dunia.
"Dalam rekomendasi perlu hand to hand, kerjasama
antarnegara. Indonesia sebaiknya juga sharing dengan negara tetangga. Kita
punya tetangga yang maju betul pendidikannya, juga punya negara yang dibawah
kita, itu semua kita perlu sharing bersama," ucap dia.
Ananto menjelaskan angka partisipasi pendidikan
tingkat SD dan SMP di Indonesia belum mencapai 100 persen. Itu menunjukkan,
sangat sedikit anak yang belum mendapat akses pendidikan.
"Pendidikan menengah sedang ditargetkan 2030
seluruh dunia diharapkan anak-anak sudah lulus SMA. Partisipasi Indonesia yang
sekarang itu (SMP dan SMA) baru 76 persen," terang dia.
"Berarti pekerjaan rumah kita untuk angkat ke
lulusan SMP dan SMA. Pak Jokowi bagus punya policy wajib belajar 12
tahun," sambung dia.
Ananto menyebut tak hanya kebijakan wajib belajar 12
tahun, Jokowi juga sudah berusaha mengatasi masalah dana pendidikan dengan
mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar.
"Untuk infrastruktur, kita terus bangun Sekolah
Garis Depan khususnya di remote area dan guru-gurunya ada yang disiapkan untuk
mengajar di daerah 3T (SM3T). Sayangnya, Kemdikbud enggak urusin infrastruktur,
tentu kami terus koordinasi," ucap Ananto.
"Lalu ICT (Information and Communications
Technology), koneksi anak-anak kuncinya dengan ICT. Untuk itu kami bertujuan
layanan pendidikan ke depannya bisa berbasis ICT," tandasnya.
Indonesia merupakan negara pertama yang menjadi
pilihan UNESCO untuk melaporkan pendidikan
global. Ketiga negara lainnya adalah Inggris, Rwanda, dan Kolumbia.
Hadir pula dalam acara ini Mendikbud Muhadjir Effendy,
Direktur dan perwakilan UNESCO Jakarta Dr Shahbaz Khan, Analis Kebijakan Senior
Laporan GEM Dr Manos Antonius, dan Kepala Biro Pelayanan Komunikasi dan
Masyarakat Kemendikbud Asianto Sinambela.



How to download the free Android Casino & casino app
BalasHapus› app 이천 출장샵 › casino-ad-download › app › casino-ad-download This game can be downloaded from Google 제주도 출장마사지 Play, 의정부 출장샵 the Google Play store or the 시흥 출장샵 Google Play store (via 오산 출장마사지 the Play Store). To install and play the game, you need to create an Android