Malang -
Sebuah Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di
Kabupaten Malang, mencantumkan kalimat yang dianggap sadis. Keberadaan kalimat
tidak semestinya itu mengundang reaksi wali murid.
Kalimat sadis pada LKS bernama Brilliant (Belajar Dengan Riang Gembira) dicetak oleh PT Temprina Media Grafika (Jawa Pos Group) bisa ditemukan pada soal nomor 7 di halaman 19. Di soal itu menyebutkan pertanyaan "Saya mengetahui berita di televisi ada seorang wanita membunuh sahabat karibnya. Kepala wanita tersebut dipenggal dan disimpan dalam kaleng. Padahal dia tidak bersalah".
Kemudian di bawahnya meminta tanggapan para siswa mengenai pertanyaan di atas, dengan memberikan beberapa jawaban yang tepat. Ada empat pilihan jawaban di bawahnya, salah satunya di huruf A : Mungkin dia khilaf dan terdesak.
Dian Agung Anggraeny, salah satu orang tua siswa asal Sumberpucung, Kabupaten Malang, yang protes atas beredarnya LKS tersebut.
Dian mengaku kaget ketika ditanya anaknya untuk menjawab pertanyaan tersebut. "Pastinya kaget setelah membaca dengan pertanyaan kalimat seperti itu. Mengerikan bagi kami yang sudah seusia segini, apalagi anak-anak masih usia 9-10 tahun," keluhnya kepada wartawan, Rabu (24/8/2016).
Sebagai orang tua, dirinya khawatir. Kalimat pada pertanyaan tersebut bisa mempengaruhi anak-anak. Karena dalam usia perkembangan saat ini, anak-anak banyak belajar dari hal yang dibaca maupun dilihat. "Ini sangat mengkhawatirkan, pastinya bisa berpengaruh kepada anak-anak," keluh wanita berprofesi sebagai dokter ini.
Dia berharap, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang segera menarik dan mengganti LKS yang sudah diedarkan. Karena bila dibiarkan materi yang disuguhkan dalam LKS sangat tidak layak dikonsumsi anak-anak. "Kami selaku orang tua inginnya segera ditarik," tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Budi Iswoyo memastikan akan menarik LKS bermuatan kalimat sadis yang dikeluhkan wali murid.
Namun, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan kroscek terhadap LKS yang dimaksud. "Kami sudah koordinasi dengan UPTD setempat, dan kecamatan lain untuk menyikapi LKS yang dimaksud. Pastinya nanti akan kami evaluasi isi dari materinya, jika terbukti meresahkan akan kami tarik," tandas Budi terpisah.
Budi meminta waktu, untuk mengecek dan menelusuri konten pada LKS diterbitkan JP Books tersebut. "Sudah kami minta contoh LKS-nya. Kemungkinan besok, karena hari ini banyak kegiatan," tegas Budi.
Kedepan, pihaknya akan memperketat peredaran LKS di seluruh sekolah, sebelum diedarkan dan diterima siswa.
Kalimat sadis pada LKS bernama Brilliant (Belajar Dengan Riang Gembira) dicetak oleh PT Temprina Media Grafika (Jawa Pos Group) bisa ditemukan pada soal nomor 7 di halaman 19. Di soal itu menyebutkan pertanyaan "Saya mengetahui berita di televisi ada seorang wanita membunuh sahabat karibnya. Kepala wanita tersebut dipenggal dan disimpan dalam kaleng. Padahal dia tidak bersalah".
Kemudian di bawahnya meminta tanggapan para siswa mengenai pertanyaan di atas, dengan memberikan beberapa jawaban yang tepat. Ada empat pilihan jawaban di bawahnya, salah satunya di huruf A : Mungkin dia khilaf dan terdesak.
Dian Agung Anggraeny, salah satu orang tua siswa asal Sumberpucung, Kabupaten Malang, yang protes atas beredarnya LKS tersebut.
Dian mengaku kaget ketika ditanya anaknya untuk menjawab pertanyaan tersebut. "Pastinya kaget setelah membaca dengan pertanyaan kalimat seperti itu. Mengerikan bagi kami yang sudah seusia segini, apalagi anak-anak masih usia 9-10 tahun," keluhnya kepada wartawan, Rabu (24/8/2016).
Sebagai orang tua, dirinya khawatir. Kalimat pada pertanyaan tersebut bisa mempengaruhi anak-anak. Karena dalam usia perkembangan saat ini, anak-anak banyak belajar dari hal yang dibaca maupun dilihat. "Ini sangat mengkhawatirkan, pastinya bisa berpengaruh kepada anak-anak," keluh wanita berprofesi sebagai dokter ini.
Dia berharap, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang segera menarik dan mengganti LKS yang sudah diedarkan. Karena bila dibiarkan materi yang disuguhkan dalam LKS sangat tidak layak dikonsumsi anak-anak. "Kami selaku orang tua inginnya segera ditarik," tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Budi Iswoyo memastikan akan menarik LKS bermuatan kalimat sadis yang dikeluhkan wali murid.
Namun, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan kroscek terhadap LKS yang dimaksud. "Kami sudah koordinasi dengan UPTD setempat, dan kecamatan lain untuk menyikapi LKS yang dimaksud. Pastinya nanti akan kami evaluasi isi dari materinya, jika terbukti meresahkan akan kami tarik," tandas Budi terpisah.
Budi meminta waktu, untuk mengecek dan menelusuri konten pada LKS diterbitkan JP Books tersebut. "Sudah kami minta contoh LKS-nya. Kemungkinan besok, karena hari ini banyak kegiatan," tegas Budi.
Kedepan, pihaknya akan memperketat peredaran LKS di seluruh sekolah, sebelum diedarkan dan diterima siswa.



0 komentar:
Posting Komentar