Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah
wilayah Indonesia bagian tengah yang berdiri sejak tahun 1958. Lima puluh
delapan tahun sudah kehidupan berjalan di kepulauan yang terpecah menjadi
dua provinsi ini, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur
(NTT). Namun di Pulau Longos, NTT, listrik, sekolah, perekonomian masih jauh
tertinggal dan terbelakang.
Pulau Longos, yang berada di sebelah utara pulau Flores, NTT adalah pulau
yang hanya memiliki penduduk sekitar 1.300 jiwa. Di pulau ini banyak anak-anak
yang sangat membutuhkan sekolah. Tak hanya anak-anak yang ingin bersekolah,
begitupun para orang tua yang menginginkan anaknya pintar.
Satu-satunya sekolah tingkat SMA yang ada di Pulau
Longos adalah SMA Bahrul Ulum, namun kondisi sekolah tersebut sangat
memprihatinkan dan jauh dari kata layak. Bangku yang sudah reyot, lantai yang
beralaskan tanah serta meja kayu yang sudah reyot, menjadi tempat sekaligus
teman belajar untuk para siswa disana.
Sekalipun ingin bersekolah di tempat lain, sebenarnya
ada sekolah yaitu SMA Laboan Bajo yang berada di Kecamatan Utan, Kabupaten
Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Namun sekolah ini jaraknya sangat jauh
dan harus membutuhkan waktu tiga jam untuk sampai disana ke SMA Laboan Bajo.
Tidak hanya itu, sembilan guru di SMA Bahrul
Ulum sama sekali tak pernah menerima gaji, dikarenakan pihak sekolah belum
mampu memberikan gaji yang layak sebagai seorang guru. Bahkan agar mendapatkan
uang, para guru tersebut ikut bekerja sebagai nelayan.



0 komentar:
Posting Komentar